Ayah, kenapa saya harus mondok ? padalah teman teman yang lain sekolah di luar.
Ayah di pondok itu serba tidak nyaman di banding anak anak yang sekolah di luar,
Ayah di pondok itu serba tidak nyaman di banding anak anak yang sekolah di luar,
Saya di pesantren tidak boleh nonton tv tidak seperti anak anak yang sekolah diluar bebas nonton apa aja.
Saya di pesantren hanya tidur beralaskan tikar sedangkan anak anak diluar tidur diatas kasur yang empuk
Saya terkadang sehari makan 1 kali. Karena uang tidak cukup, sedangkan anak anak diluar makan tinggal masuk warung atau dapur udah tersedia.
Saya disini tidak boleh keluar sepertinya dunia ini terlalu sempit sedangkan anak anak diluar dapat menikmati luasnya dunia
Saya disini harus ngaji kitab ini dan itu sedangkan diluar dak dipaksa seperti ini.
Saya disini temannya itu itu saja sedangkan diluar mereka dapat berteman dengan siapa saja, kan lebih asyik.
Ayah, saya sudah jenuh dengan rutinitas ini, jika boleh saya mau berhenti dan pindah kesekolah diluar.
Ayahnya hanya tersenyum kemudian ia bilang “anakku mari ikut saya”
Kemudian si anak dan ayahnya berjalan menyusuri lembah. Anaknya bilang lagi
Ayah kenapa kita harus jalan di tempat ini. saya capek ayah, jika masih jauh lebih baik kita pulang aja. Nih sandal saya banyak lumpur dan sudah luka Karena duri itu. Apalagi saya digigit semut merah, saya mau berhenti dulu ayah, mau istirahat.
Kemudian ayahnya tersenyum, anakku tinggal sebentar lagi kita akan nyampek.
Sang anak dan ayah melanjutkan perjalanannya yang melelahkan itu sehingga sampai pada telaga yang memulihkan keletihan Karena perjalannya.
Si anak kemudian bilang “ayah tempat ini sangat sejuk dan indah, banyak kupu kupu lagi plus kicauan burung yang merdu, wah airnya menyegarkan ayah. Kita lama-lama disini ya ayah, saya betah tinggal disini”
Anakku kita duduk di bawah pohon yang rindang itu, ya ayah kata si anak. Anakku semua orang sudah tahu bahwa ditempat ini ada telaga yang sangat indah tetapi tidak semua orang mau menyusuri jalan berlumpur itu serta di penuhi dengan semut semut yang terkadang menyapa setiap orang dengan gigitannya. Kecuali orang yang sabar dalam perjalanan, jika kita tidak sabar maka kita tidak akan mungkin sampai pada telegah indah ini.
Anakku, sudah mengerti kenapa di mondokkan ?
Si anak “tidak ayah”
Anakku, ayah sudah tahu bahwa dipesantren memang tidak nyaman di banding anak yang sekolah diluar sebab butuh kesabaran yang tinggi untuk bisa menyelesaikan pendidikan di pesantren agar kelak mendapatkan kebaikan seperti kita sekarang sedang menikmati telaga ini.
Si anan, ayah saya sudah mengerti kenapa ayah memondokkan saya, agar saya mendapatkan surganya Allah yang melebihi indahnya dunia ini. Terimakasih ayah, saya mencintai ayah.




0 comments:
Posting Komentar