Content

Akibat Dari Dosa



Orang tua pasti menginginkan anaknya lebih baik dari pada kehidupan dirinya pada saat ini, sehingga anak-anaknya disekolahkan agar mendapat ilmu dengan ilmu itu dia bisa membuat sesuatu yang lebih  baik. Dalam mencari ilmu tentu ada jenjang sekolah. Pertama biasanya di mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Banyak orang tua memberikan bianya kepada anak-anaknya diperguruan tigggi agar dia menjadi PNS (pegawai negeri sipil) dan bisa membantu orang tuanya ketika sudah mulai memasuki usia tua, kenapa ia lakukan itu ? kerena mereka tahu bahwa ketika sudah tua mereka tidak bisa kerja sedangkan anak yang bisa membantu orang tuanya baik secara keuangan atau perawatan. Namun hal ini masih kurang baik kerena menggunakan asas timbal balik. Padahal anak diberikan oleh Allah sebagai amanah untuk dididik agar menjadi menuasia yang mulia dan bermanfaat.

Pengantar diatas memberikan pelajaran kepada kita semua, bahwa seseorang dapat melakukan sesuatu ketiaka ia tahu kemanfaatnnya ketika nanti dibutuhkan. Melakukan perintah Allah seharusnya kita mengetahui manfaat dari amal yang dilakukan agar meningkat keinginan untuk selalu melakukannya. Begitupun dengan menjauhi perbuatan buruk, kita harus mengetahui akibat dari perbuatan itu. Pada kesempatan ini saya akan memaparkan akibat dari melakukan larangan Allah.

Akibat dosa yang dilakukan manusai antara lain :

Pertama : menghambat usaha untuk mencari ilmu, sebab ilmu itu merupakan cahaya yang dimasukkan Allah kedalam hati, sementara berbuat keburukan akan memadamkan cahaya hati.

Kedua : menghambat rezeki, didalam musnad disebutkan satu hadits, “sesungguhnya seseorang terhalang rezekinya kerena dosa yang dilakukannya” nah sahabat profnur kalau ingin rezekinya lancar maka tinggalkanlah dosa-dosa yang selama ini menjadi rutinitas dan bekerja secara tuntas dan ikhlas kerena Allah.

Ketiga : kemurungan hati yang dirasakan orang yang melakukan dosa dan sebagai jarak pemisah antara dirinya dengan Allah. Dan sama sekalai tidak mendatangkan kenikmatan.

Keempat : kegelisahan yang muncul dalam berhubungan antara dirinya dan manusia, apalagi dengan orang orang baik diantara mereka. Dia akan merasa gelisah ketika berada diantara mereka. Sebab ia merasa bersalah dalam hatinya.

Kelima : mempersulit urusannya. Orang yang melakukan dosa tidak menghadapi urusannya melainkan dalam keadaan sulit dan berat kerena disebabkan oleh dosa-dosa yang sudah dikerjakan.

Keenam : kegelapan yang benar-benar didapatakan oleh pelaku dosa, yang ia rasakan dalam hatinya, sebagiman ia merakan kegelapan dimalam yang menyelimutinya.

Ketujuh : dosa itu melemah hati dan badan. Pengaruh yang melemahkan hati sudah pasti akan melemahkan badan. Kerena kekuatan orang mukmin itu ada didalam hati. Jika hatinya kuat maka badannya juga kuat.

Kedelapan : menghalangi ketaatan kepada Allah. Sekiranya tidak ada hukuman secara langsung dari dosa yang dilakukan toh ia akan menghalangi ketaaatan lain. Dosa akan memeotoang jalan  ketaatan lain, kemuadian yang lain lagi, yang lain lagi dan yang lain lagi.

Kesembilan : perbuatan dosa akan memendekkan umur dan menghapus barokahnya ini pasti akan terjadi sementara kebajikan menambah umur.

Kesepuluh : dosa itu akan menambahkan dosa yang serupa bahkan lebih dari itu coba lihat orang pacara pertama dari ia memandang kemudia memegang tangannya, meraba dan lain-lain.

Kesebelas : melemahkan kehendak hati untuk melakukan taubat. Inilah yang paling ditakukan sabata profnur.

Keduabelas : hati tidak mengangap dosa itu sebagai larangan Allah. Sehingga perbuatan dosa itu menjadi kebiasaan dalam hidupnya.

Ketigabelas : setiap dosa merupakan warisan dari umat yang dibinasakan oleh Allah. Pingin tahu umat terdahulu baca ceritanya dalam Al Quran.

Kelimabelas : manusia dan binatang terimbas dari dosa yang sudah dikerjakan. Sehingga ia dan orang lain harus menanggung dampak dari dosa dan kezhalimannya.

Keenambelas : perbuata dosa mewariskan kehinaan, sedangkan ketaatan akan melahirkan kebaikan.

Ketujuhbelas : perbuatan dosa merusak akal, sebab di akal itu ada cahaya. Sementara perbuatan dosa memadamkan cahaya itu.

Kedelapanbelas : jika dosa semakin banyak dan menumpuk ia akan terbentuk dalam hati pelakuknya, sehingga ia termasuk golongan orang yang lalai.

Kesembilanbelas : para mendosa akan mendapatkan laknat Rasulullah SAW.

Keduapuluh : tidak mendapat doa Rasulullah dan para Malaikat.

Wah ngeri kawan. Segera ambil keputusan untuk tobat sebelum semuanya terlambat. Orang yang baik bukan orang yang tidak berdosa melainkan orang yang sadar akan dosa-dosanya dan ia mau kembali kepada Allah dengan bertobat dan beramal baik.
   

0 comments:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.