Orang tua
pasti menginginkan anaknya lebih baik dari pada kehidupan dirinya pada saat
ini, sehingga anak-anaknya disekolahkan agar mendapat ilmu dengan ilmu itu dia
bisa membuat sesuatu yang lebih baik. Dalam
mencari ilmu tentu ada jenjang sekolah. Pertama biasanya di mulai dari TK, SD, SMP,
SMA sampai perguruan tinggi. Banyak orang tua memberikan bianya kepada anak-anaknya
diperguruan tigggi agar dia menjadi PNS (pegawai negeri sipil) dan bisa
membantu orang tuanya ketika sudah mulai memasuki usia tua, kenapa ia lakukan
itu ? kerena mereka tahu bahwa ketika sudah tua mereka tidak bisa kerja
sedangkan anak yang bisa membantu orang tuanya baik secara keuangan atau
perawatan. Namun hal ini masih kurang baik kerena menggunakan asas timbal balik.
Padahal anak diberikan oleh Allah sebagai amanah untuk dididik agar menjadi
menuasia yang mulia dan bermanfaat.
Pengantar
diatas memberikan pelajaran kepada kita semua, bahwa seseorang dapat melakukan
sesuatu ketiaka ia tahu kemanfaatnnya ketika nanti dibutuhkan. Melakukan
perintah Allah seharusnya kita mengetahui manfaat dari amal yang dilakukan agar
meningkat keinginan untuk selalu melakukannya. Begitupun dengan menjauhi perbuatan
buruk, kita harus mengetahui akibat dari perbuatan itu. Pada kesempatan ini
saya akan memaparkan akibat dari melakukan larangan Allah.
Akibat dosa
yang dilakukan manusai antara lain :
Pertama : menghambat
usaha untuk mencari ilmu, sebab ilmu itu merupakan cahaya yang dimasukkan Allah
kedalam hati, sementara berbuat keburukan akan memadamkan cahaya hati.
Kedua :
menghambat rezeki, didalam musnad disebutkan satu hadits, “sesungguhnya
seseorang terhalang rezekinya kerena dosa yang dilakukannya” nah sahabat
profnur kalau ingin rezekinya lancar maka tinggalkanlah dosa-dosa yang selama
ini menjadi rutinitas dan bekerja secara tuntas dan ikhlas kerena Allah.
Ketiga :
kemurungan hati yang dirasakan orang yang melakukan dosa dan sebagai jarak pemisah
antara dirinya dengan Allah. Dan sama sekalai tidak mendatangkan kenikmatan.
Keempat :
kegelisahan yang muncul dalam berhubungan antara dirinya dan manusia, apalagi
dengan orang orang baik diantara mereka. Dia akan merasa gelisah ketika berada
diantara mereka. Sebab ia merasa bersalah dalam hatinya.
Kelima :
mempersulit urusannya. Orang yang melakukan dosa tidak menghadapi urusannya
melainkan dalam keadaan sulit dan berat kerena disebabkan oleh dosa-dosa yang
sudah dikerjakan.
Keenam : kegelapan
yang benar-benar didapatakan oleh pelaku dosa, yang ia rasakan dalam hatinya,
sebagiman ia merakan kegelapan dimalam yang menyelimutinya.
Ketujuh : dosa itu
melemah hati dan badan. Pengaruh yang melemahkan hati sudah pasti akan melemahkan
badan. Kerena kekuatan orang mukmin itu ada didalam hati. Jika hatinya kuat
maka badannya juga kuat.
Kedelapan :
menghalangi ketaatan kepada Allah. Sekiranya tidak ada hukuman secara langsung
dari dosa yang dilakukan toh ia akan menghalangi ketaaatan lain. Dosa akan
memeotoang jalan ketaatan lain,
kemuadian yang lain lagi, yang lain lagi dan yang lain lagi.
Kesembilan : perbuatan
dosa akan memendekkan umur dan menghapus barokahnya ini pasti akan terjadi
sementara kebajikan menambah umur.
Kesepuluh : dosa itu
akan menambahkan dosa yang serupa bahkan lebih dari itu coba lihat orang pacara
pertama dari ia memandang kemudia memegang tangannya, meraba dan lain-lain.
Kesebelas : melemahkan
kehendak hati untuk melakukan taubat. Inilah yang paling ditakukan sabata
profnur.
Keduabelas : hati
tidak mengangap dosa itu sebagai larangan Allah. Sehingga perbuatan dosa itu
menjadi kebiasaan dalam hidupnya.
Ketigabelas : setiap
dosa merupakan warisan dari umat yang dibinasakan oleh Allah. Pingin tahu umat
terdahulu baca ceritanya dalam Al Quran.
Kelimabelas : manusia
dan binatang terimbas dari dosa yang sudah dikerjakan. Sehingga ia dan orang
lain harus menanggung dampak dari dosa dan kezhalimannya.
Keenambelas : perbuata
dosa mewariskan kehinaan, sedangkan ketaatan akan melahirkan kebaikan.
Ketujuhbelas : perbuatan
dosa merusak akal, sebab di akal itu ada cahaya. Sementara perbuatan dosa
memadamkan cahaya itu.
Kedelapanbelas
: jika dosa
semakin banyak dan menumpuk ia akan terbentuk dalam hati pelakuknya, sehingga
ia termasuk golongan orang yang lalai.
Kesembilanbelas : para
mendosa akan mendapatkan laknat Rasulullah SAW.
Keduapuluh :
tidak
mendapat doa Rasulullah dan para Malaikat.
Wah ngeri
kawan. Segera ambil keputusan untuk tobat sebelum semuanya terlambat. Orang yang
baik bukan orang yang tidak berdosa melainkan orang yang sadar akan
dosa-dosanya dan ia mau kembali kepada Allah dengan bertobat dan beramal baik.




0 comments:
Posting Komentar